Lima Hal Hebat Marquez di Musim 2016

marc-marquez
03 Mar

MotoGP musim 2016 merupakan musim yang terbaik di beberapa tahun terakhir bagi semua pembalap. Adanya hal yang hebat dari sebuah peristiwa yang terjadi, seperti yang dialami oleh pembalap Marc Marquez yang sukses menjad juara dunia sebanyak tiga kali.

Marquez yang memulai uji coba pramusim dengan menggunakan Motor RC213V yang kerap beberapa bermasalah. Gimana tidak, Untuk semua pembalap di wajibkan dapat beradaptasi dengan peraturan baru agar menggunakan perangkat lunak yang dibuat dari Magneti Marelli dan Michelin.

marc-marquez
marquez yang berhasil berada di podium pertama

Berikut Hal Yang Penting di Musim 2016 Bagi Marquez :

  • Bertanding di Sirkuit Amerika Serikat

Pertama kali mengaspalkan di GP Qatar yang berkahir dengan posisi ketiga, Orang-orang yang memberikan penilain kepada Marquez yang harus diberikan waktu untuk beradaptasi dengan tunggangannya. Akan tetapi, di seri kedua dan ketiga The Baby Alien yang mengatakan bahwa RC213V memiliki kemampuan yang mampu melaju dengan kecepatan tinggi. Dan hal itu dibuktikannya berada di podium pertama.

  • Lintasan Sirkuit Perancis

Dimana Sirkuit yang berada di Perancis, Le Mans, pembalap berusia 24 tahun itu tengah mengalami hal yang buruk. Yang pada sebelumnya bertanding di Spanyol, dia bisa berada di podium. Sangat disayangkan ketika di Perancis dia hanya berada di posisi ke 13 yang dikarenakan mengalami insiden kecelakaan. Yang mana lintasan sepanjang 13,629 km merupakan balapan yang buruk bagi pemilik nomor 93 di musim 2016 lalu.

  • Mengaspal di Catalunya

Kekalahan dari rivalnya yang bernama Valentino Rossi yang merupakan tim dari Movistar Yamaha ketika mengaspal di sirkuit de Barcelona. Terdapat suatu momen yang tidak akan dilupakan oleh Marquez, kedua pembalap tersebut sempat terlibat gesekan di daalam sirkuit pada musim 2015 yang berakhir dengan berjabat tangan ketika perlombaan berakhir. Yang menjadikan tanda hubungan Rosi dan Marquez baik-baik saja.

  • Melintasi Sirkuit Belanda

Marquez yang tidak merasa putus asa untuk ketika tejatuh di babak kualifikasi, karena sebagai pembalap profesional harus mempunyai kemampuan dan menaklukan sirkuit. Sang pembalap mendapatkan penyelematan dari fotogorafi yang menggunakan skuter untuk kembali berada di pit. Dan pada akhirnya dia bisa start di posisi keempat.

  • Berlangsung di Sirkuit jerman

Usai berlomba di Sirkuit Italia, Catalunya dan juga Belanda, yang hanya duduk di posisi kedua di tiga seri beruntun. Namun Marquez mampu membuktikannya sebagai pembalap terbaik di dunia yang sukses di posisi pertama di Sirkuit Sachsenring. Dia mampu melewati Cal Cruthlow dari LCR Honda dan Andrea Dovizioso dari tim Ducati. Maka dari itu, Marquez merasa yakin kemampuan dari honda.

Rossi Tidak Menyukai Cara Balapan Dari Marc Marquez

valentino rossi
rossi yang menjuarai dunia tujuh kali

Valentino Rossi yang memiliki rasa benci kepada Jorge Lorenzo, ternyata The Doctor itu pun mersakan rasa sakit yang lebih kepada pembalap dari tim Honda yang bernama Marc Marquez Sangat besar. Tidak hanya sekedar dikalahkan oleh Marquez ketika menjuarai dunia di MotoGP di musim 2015 penuh dengan kelicikan dan sandiwara.

Dan memberikan penilaian kepada Lorenzo yang tampil dengan apa adanya.

“Kecewa yang mendalam di musim 2015. Hal yang seharusnya tidak terjadi tetapi terjadi juga itu merupakan sebuah aib olahraga,” ucap Rossi.

“Saya sudah pernah berhadapan dengan pembalap yang hebat dari berbagai lawan yang memiliki kemampuan berbeda, dari Biaggi sampai Stoner. Sangat disayangkan tidak ada yang melakukan hal seperti Marquez,” kata Rossi.

“Menyesal? pastinya ada penyesalan. Jika saya tidak bicara, atau saya tidak melakukan reaksi, maka tidak ada yang tahu bahwa yang benar merupakan mereka yang menipu saya. Yang membuat saya kaget, mereka bisa memberikan saya kegagalan dan kekacauan,” jelasnya.

Yamaha Tidak Terobsesi Untuk Gelar Ke-10 Rossi

Valentino Rossi
14 Feb

Peluang Valentino Rossi untuk kembali meraih gelar juara dunia yang kesepuluh kalinya pada MotoGP musim 2017 mendatang sangatlah terbuka lebar. Namun tetapi, hal tersebut tidak menjadi obsesi bagi tim Yamaha Movistar.

Valentino Rossi
Yamaha tidak terlalu terobsesi dengan gelar juara dunia ke-10 Valentino Rossi

The Doctor yang pada hari Kamis, tanggal 16 Februari 2017 mendatang, genap usianya menjadi 38 tahun, telah sukses meraih gelar juara dunia sebanyak sembilan kali di ajang kejuaraan balap motor grand prix. Dengan rincian, gelar juara dunia di kelas 125cc pada tahun 1997, satu juara di kelas 250cc pada musim 1999, dan di kelas 500cc atau MotoGP sebanyak tujuh gelar.

Namun terakhir kalinya pembalap asal Italia itu meraih gelar juara pada musim 2009. Sehingga terhitung tujuh tahun sudah tidak lagi mampu meraih gelar juara dunia. Pencapaian terbaik Rossi terjadi selama tiga tahun terakhir, dimana Ia hanya sukses menjadi runner up dibelakang sang juara Marc Marquez yang sukses menjadi juara dunia dua kali dan mantan rekan setimnya Jorge Lorenzo.

Tentu, pada musim baru mendatang, Rossi akan berusaha keras demi mampu meraih gelar juara dunia yang kesepuluh kalinya. Akan tetapi, persaingan gelar juara di tahun depan akan semakin sulit, lantaran tidak hanya The Baby Alien (julukan Marquez) dan X-Fuera (julukan Lorenzo) saja pesaing terberatnya, tetapi rekan setim yang baru di tim Movistar Yamaha, yakni Maverick Vinales.

Akan tetapi, tim Movistar Yamaha tidak terlalu terobsesi akan gelar juara dunia ke-10 bagi Rossi. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ramon Forcada selaku kepala kru Vinales. Bagi Ramon, Yamaha tidak terlalu mengambil pusing mengenai pembalap dari timnya yang akan menjadi juara dunia pada akhirnya nanti. Meskipun itu dari pembalap tim satelit Yamaha Tech3.

“Semua pembalap di tim Yamaha, baik yang di tim utama maupun yang di tim satelit, memiliki keinginan yang sama, yakni menjadi juara dunia. Musuh mereka yang utama adalah Honda. Yamaha tidak terlalu terobsesi mengenai gelar juara dunia ke-10 bagi Rossi. Terpenting, gelar juara di musim depan berasal dari tim kami,” ungkap Forcado.

Rossi: Tentu Saya Akan Berusaha Keras Meraih Gelar Juara

Sementara itu, Valentino Rossi akan berusaha keras untuk meraih gelar juara dunia pada musim depan. Meskipun timnya tidak terlalu mengobsesikan dirinya sebagai juara pada akhirnya nanti. “Saya sudah puasa gelar juara dari tahun 2009. Tujuh tahun sudah saya lewati tanpa gelar juara dunia, meskipun pada tiga tahun terakhir saya hanya mencapai runner up,”

Valentino Rossi
Valentino Rossi akan berusaha keras untuk meraih gelar juara dunia ke-10 pada musim depan

“Saya akan berusaha untuk meraih gelar juara dunia yang kesepuluh pada musim depan. Itulah target saya, sebelum nantinya saya memutuskan untuk lanjut berkarir di MotoGP atau tidak,” ujar Rossi.

Vinales Jadi Tantangan Tersendiri Bagi Rossi

Misi gelar juara dunia ke-10 Rossi pada musim baru mendatang, tentu akan menghadapi perlawanan sengit dari rekan setim dirinya di Yamaha, Maverick Vinales.

Maverick Vinales
Vinales akan menjadi tantangan tersendiri bagi Rossi di musim depan

Pasalnya, mantan rider Suzuki pada dua musim terakhir mampu tampil gemilang, tentu akan menjadi pesaing berat bagi Rossi untuk mengusung misinya menjadi juara dunia. Terlebih, pada sesi uji coba terakhir yang dihelat di Sirkuit Internasional Sepang, The Top Gun (julukan Vinales) sukses masuk ke tiga besar. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap asal Italia.

Akan tetapi, Rossi mengungkapkan bahwa yang terpenting adalah performa dirinya, bukan orang lain. “Meskipun seluruh pembalap akan sama-sama menampilkan performa terbaiknya, namun yang terpenting adalah mengenai penampilan saya sendiri,” ujar rider yang identik dengan nomor 46.