Berciuman Seperti Ini Dapat Membuat Gigi Berlubang

pasangan
17 Feb

Dalam berciuman dengan pasangan adalah salah satu dari bentuk cinta dan kasih sayang. Akan tetapi, gaya berciuman secara ekstrim yang dinamakan fench kiss, dimana kedua pasangan tersebut menciumnya dengan menyentuh lidah yang masuk kedalam mulut. Akan menimbulkan kerugian yang dapat mengancam kesehatan tubuh anda sendiri.

Dengan itu kebanyakan orang tanpa di sadari, penyebab seseorang yang merasakan sakit gigi bisa dikarenakan hal macam ini.

Yang Patut Anda Ketahui, Ada Lima Kerugian Dengan Ciuman Ala ‘French Kiss’ Setelah Anda melakuakn hal seperti ini:

pasangan
sesornag yang sedang melakukan ciyiman ala french kiss
  • Penyebaran Bakteri

Mulut yang berfungsi menjadi jalur transmisi bagi kuman yang mampu masuk ke dalam sistem penceraan dan pernapasan yang mampu memberikan infeksi terhadap mulut sendiri, seperti apa yang dikatakan oleh Kelly Reynold PHD yang merupkan ahli di bidangnya.

Ahli ini menyebutkan bahwa, berkontak langsung dengan air liur antar seseorang bisa memberikan patogen yang dapat bereaksi dalam jangka waktu beberapa hari dalam tubuh dan dapat menimbulkan banyak penyakit.

  • Timbulnya Meningitis

Seperti apa yang dikatakan oleh Reynold, bahwa patogen dapat menular dari pasangan yang saling berciuman langsung berkontak dengan mulut. Dimana dapat menimbulkan virus yang mampu bertahan dalam kurun waktu sepuluh hari. Bahayanya, jika orang yang terkena patogen itu bisa berdampak kerusakaan di dalam tubuh. Pada beberapa orang berimun lemah, akan menyebabkan radang sehingga menjadi meningitis.

  • Dapat Timbulnya Infeksi Dalam Berhubungan

Dengan kontak langsung antar mulut dengan mulut dalam berpasangan, akan menyebabkan infeksi seksual yang dapat terkena beberapa penyakit. Seperti orang yang menderita gonore, sifilis ataupun herpes dan juga HPV. Maka dari itu cobalah tidak sesering mungkin untuk bertukaran air liur dengan pasangan anda yang dapat menimbulkan beberapa penyakit.

  • Menimbulkan Gigi Berlubang

Biasanya jika pasangan yang ingin membuktikan bahwa salah satu dari mereka merasa sayang, akan memberikan sebuah ciuman yang mesra atau pun ekstrim. Hal ini akan menyebabkan bakteri yang akan bertemu dengan plak gigi dan mampu memberikan dampak didi yang berlubang semakin rusak dan timbulnya sakit gigi.

  • Dapat Bereaksi Dengan Alergi

Para peneliti yang berada di negara Swedia, telah mensurvei dari 12 persen pasangan yang melakukan ciuman dapat menimbulkan alergi. Karena dapat menimbulkan alergi yang bereaksi gatal, wajah menjadi bengkak ataupun yang merasa sesak napas.

Gusi Yang Bermasalah Dapat Timbulnya Sakit Gigi

Sebagian orang pastinya memiliki karang gigi yang sudah lama tidak pernah dibersihkan yang menimbulkan gusi merah, menjadikan bengkak dan mudahnya berdarah. Dari beberapa dokter gigi yang menyatakan jika gigi berkarang dapat menimbulkan gingvitis, yang memiliki ciri-cri gusi menjadi merah yang berdampak bengkaknya gusi terseut, dan ketika meyikat gigi mudah berdarah. Saat makan ataupun bangun tidur pun pastinya anda akan merasakan sesuatu yang membuatnya gusi itu berdarah.

Timbulnya gingvitis dapat memberikan aroma mulut yang tidak enak atau yang disebut dengan bau mulut. Plak yang menumpuk yang terdapat di gigi, dimana kurangnya menjaga kebersihan gigi akan mengakibatkan karang gigi yang biasanya terdapat di area perbarasan gigi dengan gusi. Maka dari itu, jangan pernah menganggap sepeleh mengenai gigi yang dapat menimbulkan gingvitis. Dan hal itu tidak boleh terjadi lama, sebab akan semakin parah yang membuat penyangga di bagian gigi akan rusak.

Biasanya jika seseorang gingvitis, akan merasakan sakit gigi yang luar biasa sakitnya. Tetapi, doktet ahli gigi pun yang memberikan saran untuk beberapa bulan sekali untuk membersihkan karang yang terdapat di gigi. Yang bertujuan untuk semua orang menghindari tejadi gingvitis.

 

 

Yamaha Tidak Terobsesi Untuk Gelar Ke-10 Rossi

Valentino Rossi
14 Feb

Peluang Valentino Rossi untuk kembali meraih gelar juara dunia yang kesepuluh kalinya pada MotoGP musim 2017 mendatang sangatlah terbuka lebar. Namun tetapi, hal tersebut tidak menjadi obsesi bagi tim Yamaha Movistar.

Valentino Rossi
Yamaha tidak terlalu terobsesi dengan gelar juara dunia ke-10 Valentino Rossi

The Doctor yang pada hari Kamis, tanggal 16 Februari 2017 mendatang, genap usianya menjadi 38 tahun, telah sukses meraih gelar juara dunia sebanyak sembilan kali di ajang kejuaraan balap motor grand prix. Dengan rincian, gelar juara dunia di kelas 125cc pada tahun 1997, satu juara di kelas 250cc pada musim 1999, dan di kelas 500cc atau MotoGP sebanyak tujuh gelar.

Namun terakhir kalinya pembalap asal Italia itu meraih gelar juara pada musim 2009. Sehingga terhitung tujuh tahun sudah tidak lagi mampu meraih gelar juara dunia. Pencapaian terbaik Rossi terjadi selama tiga tahun terakhir, dimana Ia hanya sukses menjadi runner up dibelakang sang juara Marc Marquez yang sukses menjadi juara dunia dua kali dan mantan rekan setimnya Jorge Lorenzo.

Tentu, pada musim baru mendatang, Rossi akan berusaha keras demi mampu meraih gelar juara dunia yang kesepuluh kalinya. Akan tetapi, persaingan gelar juara di tahun depan akan semakin sulit, lantaran tidak hanya The Baby Alien (julukan Marquez) dan X-Fuera (julukan Lorenzo) saja pesaing terberatnya, tetapi rekan setim yang baru di tim Movistar Yamaha, yakni Maverick Vinales.

Akan tetapi, tim Movistar Yamaha tidak terlalu terobsesi akan gelar juara dunia ke-10 bagi Rossi. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ramon Forcada selaku kepala kru Vinales. Bagi Ramon, Yamaha tidak terlalu mengambil pusing mengenai pembalap dari timnya yang akan menjadi juara dunia pada akhirnya nanti. Meskipun itu dari pembalap tim satelit Yamaha Tech3.

“Semua pembalap di tim Yamaha, baik yang di tim utama maupun yang di tim satelit, memiliki keinginan yang sama, yakni menjadi juara dunia. Musuh mereka yang utama adalah Honda. Yamaha tidak terlalu terobsesi mengenai gelar juara dunia ke-10 bagi Rossi. Terpenting, gelar juara di musim depan berasal dari tim kami,” ungkap Forcado.

Rossi: Tentu Saya Akan Berusaha Keras Meraih Gelar Juara

Sementara itu, Valentino Rossi akan berusaha keras untuk meraih gelar juara dunia pada musim depan. Meskipun timnya tidak terlalu mengobsesikan dirinya sebagai juara pada akhirnya nanti. “Saya sudah puasa gelar juara dari tahun 2009. Tujuh tahun sudah saya lewati tanpa gelar juara dunia, meskipun pada tiga tahun terakhir saya hanya mencapai runner up,”

Valentino Rossi
Valentino Rossi akan berusaha keras untuk meraih gelar juara dunia ke-10 pada musim depan

“Saya akan berusaha untuk meraih gelar juara dunia yang kesepuluh pada musim depan. Itulah target saya, sebelum nantinya saya memutuskan untuk lanjut berkarir di MotoGP atau tidak,” ujar Rossi.

Vinales Jadi Tantangan Tersendiri Bagi Rossi

Misi gelar juara dunia ke-10 Rossi pada musim baru mendatang, tentu akan menghadapi perlawanan sengit dari rekan setim dirinya di Yamaha, Maverick Vinales.

Maverick Vinales
Vinales akan menjadi tantangan tersendiri bagi Rossi di musim depan

Pasalnya, mantan rider Suzuki pada dua musim terakhir mampu tampil gemilang, tentu akan menjadi pesaing berat bagi Rossi untuk mengusung misinya menjadi juara dunia. Terlebih, pada sesi uji coba terakhir yang dihelat di Sirkuit Internasional Sepang, The Top Gun (julukan Vinales) sukses masuk ke tiga besar. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap asal Italia.

Akan tetapi, Rossi mengungkapkan bahwa yang terpenting adalah performa dirinya, bukan orang lain. “Meskipun seluruh pembalap akan sama-sama menampilkan performa terbaiknya, namun yang terpenting adalah mengenai penampilan saya sendiri,” ujar rider yang identik dengan nomor 46.

Montella Siap Memikul Kesalahan Bacca

Carlos Bacca-Vicenzo Montella
13 Feb

Vicenzo Montella mengatakan jika dia siap untuk bertanggung jawab kepada pemainnya bernama Carlos Bacca yang belum menunjukkan potensi permainannya dua pekan lalu yang tidak bisa menunjukkan kontribusinya untuk tim.

Sang pelatih pun lebih memilih Gerard Deulofeu ketimbang pemain asal Kolombia tersebut, karena penampilannya kurang baik di beberapa pertandingan. Meski Bacca sudah memberikan 18 gol di kompetisi Seri A musim ini selama dirinya bermain di San Siro. Yang pada musim sebelumnya, pemain itu hanya bermain 13 kali di Liga.

Pemain berusia 30 tahun itu kesal atas keputusan Montella yang diganti saat bermain melawan Sampdoria pekan lalu. Ditambah ketika dia dimainkan dalam pertandingan Milan berhadapan dengan Bologna yang sukses meraih kemenangan dengan skor akhir 1-0, yang harus bermain dengan sembilan pemain.

Bacca yang diberikan kepercayaan oleh pelatih, bermain sebagai starter ketika pertandingan melawan Roma  dan Montella ingin mantan pemain Sevilla itu bisa memberikan peforma terbaik dalam pertandingan tersebut.

Carlos Bacca-Vicenzo Montella
Montella yang sedang berpelukan dengan Bacca

Montella Membela Bacca di Skuad Utama

“Hingga kini kami menganggap dia merupakan pemain utama di tim,” ujarnya di konfrensi pers.

“Saya ingin dia (Bacca) tampil dengan baik di musim ini dan jika itu gagal, merupakan kesalahan saya.”

“Di musim lalu dia bermain dengan lebih baik, tidak hanya dalam hal mencetak gol. Namun, saya tidak dapat memberitahukan anda, apakah dia akan dimainkan atau tidak.”

Delofeu mampu memberikan dampak positif bagi tim, sejak dia di datangkan dari Everton. Yang mana pemain tersebut telah membantu gol yang dicetak oleh pemain muda Milan Mario Pasalic dengan kemenangan tipis melawan Bologna. Meskipun dalam empat pertandingan mereka kalah secara beruntun di semua kompetisi.

Montella: Saya Baik-Baik Saja Dengan Bacca

Vicenzo-Montella-Carlos-Bacca
Montella dan Bacca sudah tidak memiliki masalah apapun

Pelatih AC Milan, Vicenzo Montella telah mengklarifikasi antara dirinya dengan Carlos Bacca yang sudah selesai. Dengan semua yang terjadi diantara mereka, pelatih pun mengisyaratkan jika pemain kelahiran Kolombia tersebut dapat jaminan sebagai starter.

Bacca yang terlihat marah dengan sang pelatih ketika dia ditarik keluar ke bangku cadangan dalam pertandingan melawan Pescara dan Sampdoria. Akan tetapi, dia mengatakan bahwa frustasinya dia di laga tersebut dalam bentuk rasa kecintaannya terhadap AC Milan dan bukan karena kekecawaannya kepada Montella.

Pelatih berusia 42 tahun itu menekankan bahwa dirinya sudah tidak memiliki masalah apapun dengan sang pemain. Justru dia memberikan saran kepada Bacca untuk menjamunya di sebuah restoran mahal jika ingin bermain di skuad utama.

“Saya rasa kami sudah tidak memiliki masalah, karena saya berpikir dia melakukannya itu tidak serius,” ucap Montella kepada media.

“Dia (Bacca) sendiri mengakui, jika dirinya sudah kelewatan dan dia pun sadar akan hal itu. Kini dia sudah dapat bersatu kembali.”

“Ketika saya menanyakan restoran mana yang akan kita kunjungi, lalu dia memberikan jawaban ‘apakah saya akan dijadikan starter atau tidak’,” tutup sang pelatih sambil tertawa.

Atas kejadian yang telah terjadi, Montella meminta kepada pemain berusia 30 tahun itu untuk terus meningkatkan permainannya dalam latihan untuk bisa menunjukkan peforma terbaiknya di tiap pertandingan musim ini.

Dan Sang pelatih akan kembali mempercayainya, jika dia sudah mampu membuktikan untuk bermain secara tenang di laga yang akan dijalani oleh klub untuk bisa meraih kemenangan sekaligus mengembalikan kepercayaannya.

Montella pun merasa yakin, jika Bacca mampu melewati situasi seperti ini. Dimana pemain tersebut memiliki banyak pengalaman dan akan menemukan solusi dari keadaannya saat ini.